10 Fakta Dibalik film "1917", Yang Berdasarkan Perang Dunia Pertama

Fakta - Fakta film 1917, Berdasarkan Cerita Perang Sang Kakek Si Sutradara
Film perang yang memenangkan 3 penghargaan dan mendapat 10 nominasi di Oscar tahun 2020 serta memenangkan beberapa penghargaan di ajang lainnya. 1917 merupakan film bertema perang dunia pertama yang disutradari oleh Sam Mendes, ini adalah film perang kedua yang diarahkannya, yang pertama adalah Jarhead (2005). Ceritanya terinspirasi oleh pengalaman kakek Sam Mendes dalam Perang Dunia I: "The Autobiography of Alfred H. Mendes 1897-1991".


Proyek film ini awalnya secara resmi diumumkan pada bulan Juni 2018, dengan aktor MacKay dan Chapman menandatangani pada bulan Oktober dan sisa pemain pada Maret berikutnya. Pembuatan film berlangsung dari bulan April hingga Juni 2019 di Inggris, dengan sinematografer oleh Roger Deakins dan editor oleh Lee Smith menghabiskan waktu lama untuk membuat keseluruhan film seperti satu pengambilan gambar yang panjang.

Juga ini merupakan film perang pertama yang dinominasikan dalam Academy Award untuk Efek Visual Terbaik dalam hampir 50 tahun terakhir. Film perang terakhir yang dinominasikan adalah Patton (1970) dan Tora! Tora! Tora! (1970).

Nah, berikut ada beberapa fakta menarik lainnya tentang produksi maupun ceritanya film 1917. Pastikan kalian sudah menonton filmnya, karena beberapa fakta dibawah ini mengandung spoiler:

Dibalik produksi:

 1  Walaupun didasarkan pada skenario asli, premis dasar film ini (mengirim pesan ke unit garis depan untuk membatalkan serangan militer) juga digunakan dalam film PD1 Peter Weir yaitu Gallipoli (1981).

 2  Film ini diambil dari bulan April hingga Juni 2019 di Wiltshire, Hankley Common, dan Govan, Skotlandia, serta Shepperton Studios. Para ahli konservasi, khawatir bahwa pembuatan film di Dataran Salisbury dapat mengganggu sisa-sisa yang berpotensi belum ditemukan di daerah tersebut, meminta survei arkeologi dilakukan sebelum setiap konstruksi dimulai.

 3  Tom Holland pernah dalam pembicaraan untuk peran Lance Kopral Blake, tetapi menolak peran karena jadwal konflik.

 4  Ini adalah film yang secara teknis menantang bagi Sam Mendes untuk disutradarai, namun salah satu sakit kepala terbesar bagi kru film berasal dari pemantik api yang tidak bekerja berdasarkan rencana di tempat kejadian dan menghasilkan beberapa penundaan pengambilan gambar sampai itu terjadi. Masalah kecil ini mengakibatkan bagian terbaik dari pembuatan film sehari menjadi sia-sia.

 5  Butuh 6 bulan bagi para aktor untuk berlatih sebelum syuting film dimulai.


Dibalik cerita:

 6  Tanggal yang diberikan pada awal film, 6 April 1917, sangat penting karena ini adalah hari Amerika Serikat memasuki perang melawan Jerman.

 7  Sam Mendes mengatakan tentang kakeknya, Alfred, yang memasuki Perang Dunia I pada tahun 1916 ketika berusia 17 tahun, memang membawa pesan melalui tanah tak bertuan, sesuai misi dalam film ini. Keuntungannya adalah dia hanya setinggi 5'4" (162.56 cm) dan sering disembunyikan oleh kabut musim dingin yang sering duduk setinggi 6 kaki. Setelah menjadi prajurit selama dua tahun di parit berlumpur, Alfred memiliki kebiasaan seumur hidup sering mencuci tangannya. Dia tidak berbicara tentang pengalaman masa perangnya sampai dia berusia 70-an.

Operasi Alberich, © wikiwand.com
 8  Mundurnya pasukan Jerman yang digambarkan dalam film adalah bagian dari peristiwa nyata yang disebut Operasi Alberich. Itu adalah retret taktis Jerman ke Garis Hindenburg tua yang lebih mudah dipertahankan. Namun, tanggal yang disediakan film ini salah karena Operasi Alberich berlangsung dari 9 Februari hingga 20 Maret 1917. Yang nyata adalah kehancuran dan jebakan pasukan Jerman yang tersisa saat mundur.

 9  Selain gambar dalam foto keluarga, wanita muda yang menawarkan tempat istirahat untuk Schofield, dan bayi muda yang dia rawat, adalah satu-satunya wanita yang muncul dalam film.

 10  Karakter Lance Kopral Schofield, dua kali menabrak prajurit yang berlari dan bangkit dibagian akhir film, itu tidak ada dalam naskah dan terjadi secara tidak sengaja. Deskripsi dan latar belakang adegan "run-for-life" ini dirinci oleh aktor/ penulis Bruce Fretts dalam artikel NYTimes Januari 2020-nya.

Terkait:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel