Apa itu MPAA dan Arti Jenis-Jenis Rating Film


Pastinya yang hobi nonton film ke bioskop atau yang sering cari info film di situs review seperti IMDb, Rotten Tomattoes dan sebagainya, tidak asing lagi dengan rating MPAA, G, PG, PG-13, R, dan NC-17. Apakah arti dari semua itu, apakah penting menjadi patokan sebelum menonton film? Jawabannya, penting sekali. Karena itu menjadi patokan umur berapa saja yang boleh menonton film tersebut.

Apa itu MPAA? MPAA (Motion Picture Association of America) adalah sistem rating yang digunakan di Amerika Serikat dan wilayahnya untuk menilai kesesuaian film untuk pemirsa tertentu berdasarkan kontennya. Sistem peringkat MPAA adalah skema sukarela yang tidak ditegakkan oleh hukum. Film dapat ditayangkan tanpa rating/ peringkat, meskipun bioskop tertentu menolak untuk menayangkan film yang tidak ada rating/ peringkat. Non-anggota MPAA juga dapat mengirimkan film untuk dilakukan pemeringkatan. Bila tidak dikirimkan ke MPAA untuk dinilai, maka film tersebut diberi label NR (Not Rated, tidak dinilai). Peringkat NR bukan merupakan klasifikasi resmi MPAA.
Media lain, seperti program televisi, musik dan video game, dinilai oleh entitas lain seperti TV Parental Guidelines, RIAA dan ESRB.

Sistem peringkat MPAA adalah salah satu dari berbagai sistem peringkat film yang digunakan untuk membantu orang tua memutuskan film apa yang sesuai untuk anak-anak mereka. Ini dikelola oleh Administrasi Klasifikasi & Penilaian (CARA), sebuah divisi independen dari MPAA.

Berikut ini jenis-jenis rating yang dikeluarkan MPAA dan artinya:



G (General Audiences) - Khalayak umum, berarti film dengan rating ini dapat ditonton oleh semua umur. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh para orang tua, jika anak mereka menonton film dengan rating ini. Biasanya film dengan rating G, di didominasi dengan genre kasih sayang, animasi anak-anak, keluarga, dan pendidikan.

PG (Parental Guidance Suggested) - Disarankan bimbingan orangtua, artinya orangtua harus ikut mendampingi anak mereka jika sedang menonton film dengan rating ini, karena mungkin ada sifat atau tingkah laku yang kurang benar. Rating PG biasanya didominasi dengan genre animasi anak-anak, keluarga yang berisi konten jail atau nakal tingkat rendah.

PG-13 (Parents Strongly Cautioned) - Peringatan keras bagi orangtua, artinya sebagian dari isi film mungkin tidak cocok untuk anak berusia di bawah 13 tahun. Orangtua didesak untuk hati-hati, lebih baik anak berumur dibawah 13 tahun tidak dibolehkan untuk menonton film dengan rating ini. Rating PG-13 biasanya sudah berisi konten kenakalan anak, jail anak sekolah, sedikit sudah termasuk kisah cinta.

R (Restricted) - Terbatas, artinya anak di bawah usia 17 tahun harus ditemani orang tua atau orang dewasa sebagai pengawal. Berisi beberapa bahan dewasa. Orang tua didesak untuk belajar lebih banyak tentang film ini sebelum membawa serta anak-anak mereka. Rating R biasanya didominasi kisah cinta remaja, beberapa adegan dewasa, kenakalan tingkat tinggi, penggunaan senjata tajam,  adegan pembunuhan atau tayangan mengandung darah.

NC-17 (Adults Only) - Hanya untuk dewasa atau usia 17 tahun keatas, artinya dilarang keras bagi yang berusia dibawah 17 tahun. Film dengan rating ini, didominasi adegan dewasa yang berlebihan, pembunuhan dengan adegan darah, penggunaan senjata tajam dan adegan tidak pantas lainnya.



Di Indonesia sendiri, penayangan film di bioskop harus lulus sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF). LSF bertugas melakukan penyensoran film dan iklan film sebelum diedarkan atau dipertunjukkan kepada khalayak umum, dan mempunyai golongan rating tersendiri berikut:



  • Untuk penonton semua umur;
  • Untuk penonton usia 13 tahun atau lebih;
  • Untuk penonton usia 17 tahun atau lebih;
  • Untuk penonton usia 21 tahun atau lebih.

LSF dapat mengusulkan sanksi administratif kepada Pemerintah terhadap pelaku kegiatan perfilman atau pelaku usaha perfilman yang melalaikan ketentuan di atas.
Tapi berdasarkan penelusuran, tidak ada aturan eksplisit tentang sanksi bagi pihak bioskop yang membiarkan anak di bawah umur untuk membeli tiket/menonton film dengan rating ‘dewasa’. Oleh karena itu, perlu ada kesadaran dari orang tua untuk lebih bersikap bijak memilih film saat mengajak anaknya menonton di bioskop. Di samping itu, diperlukan juga kerja sama pihak pengelola bioskop untuk bantu memantau penayangan film dengan rating dewasa agar tepat sasaran, yakni dengan memperjualbelikan tiket film dengan rating dewasa kepada orang yang cukup umur.

Belum ada komentar. Berikan komentar tentang pendapat atau review Anda disini!

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel